2014. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

AKUNTANSI PIUTANG



AKUNTASI UNTUK PIUTANG

Jenis – Jenis Piutang

Piutang merupakan hak untuk menerima sejumlah uang di waktu yang akan dating yang timbul dari transaksi pada saat ini. Setiap transaksi piutang selalu melibatkan dua pihak, yaitu:
·         Kreditur, yaitu pihak yang mendapat piutang/ tagihan ( sebuah asset)
·         Debitur, yaitu pihak yang berkewajiban membayar utang (sebuah kewajiban)
Penggolongan piutang :
1.       Piutang Usaha adlah tagihan perusahaan kepda konsumeb yang melalkukan transaksi secara kredit. Menerima kas dari transaksi dalam waktu 30 – 69 hari.
2.       Piutang Wesel adlah tagihan perusahaan yang didukung dengan instrument formal sebagai bukti tagihan yang disebut surat wesel.
3.       Piutang Lain – Lain yaitu mencakup semua tagihan yang bukan piutang usaha.

Piutang Usaha:
1.       Pengakuan Piutang Usaha
2.       Penilian Piutang Usaha
3.       Penyelesaian Piutang Usaha

Pengakuan Piutang Usaha
Soal
Pada tanggal 1 April 2014, PT merdeka menjual barang secara kredit kepada CV Mulia seharga Rp. 1.000.000 dengan syarat 2/10,n/30. Pada tanggal 5 April 2014, CV Mulia mengembalikan barang yang dibelinya seharga Rp. 100.000 kepada PT merdeka, karena cacat. Pada tanggal 11 April 2014, PT Merdeka menerima pelunasan dari CV Mulia sebesar saldo tagihannya. Jurnal untuk mencatat transaksi – transaksi di atas dalam pembukuan PT merdeka adalah sebagai berikut :

1 Apr


Piutang Usaha
              Penjualan
(Untuk mencatat penjualan kredit)
Rp 1.000.000

Rp 1.000.000


2 Apr
Retur & Potongan Penjualan
              Piutang Usaha
(Usaha mencatat retur penjualan)
Rp 100.000


Rp 100.000

11 Apr
Kas
Potongan Penjualan
             Piutang Usaha                                 
(Untuk mencatat penerimaan piutang)
Rp 18.000

Rp 882.00


Rp 900.000

Setelah jurnal di atas dibukukan ke dalam buku besar, maka akun Piutang Usaha di buku besar akan Nampak sebagai berikut :
Piutang Usaha
1 Apr
 Rp 1.000.000
5 Apr                                          Rp 100.00
11 Apr                                        Rp  900.00

Metode Pengapusan Langsung
Contoh soal :
Misalkan CV Serayu mempunyai piutang kepada CV Cimanuk sebesar Rp 2.000.000. Pada tanggal 12 Desember , manajer kredit CV Serayu memutuskan untuk menghapus piutang kepada CV Cimanuk karena sudah tidak mungkin di tagih. Apabila CV Serayu menggunakan metode penghapusan langsung, maka pada tanggal tersebut dibuat jurnal sebagai berikut :

12 Des
Kerugian Piutang
                Piutang Usaha
(Untuk mencatat penghapusan piutang pada CV Cimanuk)
Rp 2.000.000

RP 2.000.000


Pencatatan Taksiran Kerugian Piutang
Pada tahunn 2014, PT Harapan kita melakukan penjualan secara kredit sebesar Rp 120.000. Dari jumlah tersebut piutang sebesar Rp 20.000 b3lum dapat ditagih sampai dengan tanggal 31 Desember. Manajer kredit memperkirakan bahwa dari piutang yang belum tertagih tersebut, sebesar RP 1.200.000 diantarnya tidak mungkin dapat diterima. Jurnal penyesuaian yang harus dibuat untuk mencatat taksiran kerugian piutang adalah :
31 Des
Kerugian Piutang
                Cadangan Kerugian Piutang
(Untuk mencatat taksiran kerugian piutang)

Rp 1.200.000


Rp1.200.00

Akun ini pada akhir tahun tidsk ditutup, melainkan dicantumkan dalam neraca pada kelompok asset lancer sebagai pengurang terhadap akun Piutang usaha, sebagai berikut:




PT HARAPAN KITA
Neraca (sebagian)


Aset Lancar:
        Kas                                                                                                                            Rp   1.480.000
        Persedian Barang Dagangan                                                                                         31.000.000
        Piutang Usaha                                                    Rp20.000.000
        Kurangi: Cadangan Kerugian Piutang                      1.200.000                                    18.800.000                                                                
        Asuransi Dibyar di Muka                                                                                                 2.500.000


                                                                                                                                            Rp53.780.000


Pencatatan Pengapusan Piutang Tak Tertagih
Pada tanggal 1 Maret 2012, Direktur keuangan PT Harapan Kita mengotorisasi penghapusan piutang kepada CV Mandiri sebesar Rp 50.000. Jurnal untuk mencatat penghapusan piutang tersebut adalah sebagai berikut:
Maret.1
Cadangan  kerugian Piutang
         Piutang Usaha
(Untuk mencatat penghapusan piutang kepada CV mandiri)

Rp50.000

Rp50.000
Setelah jurnal di atas dibukukan ke dalam buku besar, maka akun – akun yang bersangkutan akan Nampak sebagai berikut:
Piutang Usaha
Jan. 1                   Saldo                       Rp20.000.000

Mar. 1                                                     Rp     50.000

Mar. 1                  Saldo                       Rp19.950.000


Cadangan Kerugian Piutang
Mar. 1                                                 Rp       50.000
Jan. 1                            Saldo                 Rp1.200.000

Mar. 1                           Saldo                 Rp1.150.000

Penghapusan suatu piutang akan menguerangi akun piutang usaha  aupun akun Cadangan Kerugian Piutang, tetapi nilai tunai yang bisa direalisasi dari piutang tetap tidak berubah, seperti Nampak dibawah ini:

                                                                    Sebelum Penghapusan                    Sesudah Penghapusan
Piutang usa……………………………….                   Rp20.000.000                                        Rp19.950.000
Cadangan Kerugian Piutang………                         1.200.000                                               1.150.000


Nilai Bersih Bisa Direalisasi………                    Rp18.800.000                                         Rp18.800.000

Penerimaan Kembali Piutang yang Telah Dihapus
Apabila terjadi penerimaan kembali suatu piutang yang telah dihapus, maka perusahaan harus membuat dua ayat jurnal, yaitu:
(1)    Ayat jurnal untuk mencatat balik piutang yang telah dihapus sehingga mencatat kembali dalam pembukuan sebagai piutang.
(2)    Jurnal untuk mencatat penerimaan kas dari piutang yang telah dihapus.

Apabila CV Mandiri melakukan pembayaran kewajiban kepada PT Harapan Kita pada tanggal 1 Juni (Akun piutang kepada CV mandiri telah dihapus dalam pembukuan PT Harapan Kita), maka jurnal yang harus dibuat oleh PT Harapan Kita adalah sebagai berikut:

Juli. 1
Piutang usaha
         Cadangan kerugian piutang
(Untuk mencatat penghapusan piutang kepada CV Mandiri)
Rp50.000

Rp50.000



Juli. 1
Kas
          Piutang Usaha
(Untuk mencatat penerimaan piutang – CV Mandiri)
Rp50.000

Rp50.000

Dasar yang Digunakan dalam Metode Cadangan
                Untuk menaksir jumlah piutang yang tidak dapat di tagih, manajemen dapat menggunakan dua dasar, yaitu (1) Persentase dari penjualan, (2) Persentase dari piutang. Kedua tersebut lazim digunakan dalam akuntansi.


Persentasi Penjualan

Persentase Piutang
                            Penandingan



        Penjualan                        Kerugian Piutang

Nilai kas Bisa
Direalisasi


    Piutang Usaha                             Cadangan
                                                  Kerugian Piutang

Menekankan pada hubungan                                     Menekankan pada hubungan
                dalam laporan Laba – rugi                                                         dalam neraca



Presentase dari Penjualan

                Sebagai contoh: PT Muria memilih dasar persentase dari penjualan dan memperkirakan bahwa piutang sebesar 1% dari penjualan kredit bersih tidak akan tertagih. Apabila jumlah penjulan kredit bersih selama tshun 2012 adalah Rp800.000 (1% dari Rp80.000.000), dan jurnal untuk mencatat kerugian piutang adalah sebagai berikut:

Des. 31
Kerugian Piutang
        Cadangan Kerugian Piutang
(Untuk mencatat taksiran kerugian piutang tahun ini)
Rp800.000

Rp800.000

Setelah jurnal penyesuaian di atas dibukukan kebuku besar (dengan asumsi sebelum disesuaikan akun cadangan kerugian piutang bersaldo kredit Rp150.000), maka akun kerugian piutang dan akun cadangan kerugian piutang di buku sebesar akan Nampak sebagai berikut:

Kerugian Piutang
Des 31             Penyesuaian         Rp800.000













Cadangan Kerugian Piutang




Des . 31      Saldo                            Rp150.000
          31      Penyesuaian                    800.000



Des. 31       Saldo                            Rp950.000

Soal dan Penyelesaiannya
PT Cakrawala beroprasi selama lima tahun. Pada akhir tahun 2011, beberapa akun di buku besar perusahaan tersebut menunjukkan sebagai berikut:
Piutang Usaha……………………………………………………………………………Rp 30.000.000 (Debet)
Penjualan………………………………………………………………………………………180.000.000(Kredit)
Cadangan Kerugian Piutang……………………………………………………………….2.000.000(Debet)
Kerugian piutang di taksir 10% dari piutang usaha.
Diminta:
Buatlaj jurnal penyesuaian un tuk mencatat kerugian piutang dan menyesuaikan cadangan kerugian piutang.
Penyelesaian:
Jurnal Penyesuaian yang harus dibuat agar cadangan kerugian piutang menjadi 10% dari saldo piutang usaha (10% x Rp30.000.000 = Rp3.000.000) adalah sebagai berikut:
Des. 31
Kerugian Piutang
       Cadangan Kerugian Piutang
(Penyesuaian cadangan kerugian piutang)
Rp5.000.000

Rp5.000.000



10% x Rp30.000.000 = Rp3.000.000 + Rp2.000.000 = Rp5.000.000

Penjualan dengan Kartu Kredit
Ada tiga pihak yang terlibat apabila digunakan kartu kredit dalam transaksi penjualan secara eceran, yaitu: (1) Penerbit kartu kredit, (2) Penjual/ pengecer (merchant), dan (3) Pembeli/konsumen. Untuk memahami transaksi penjualn dengan kartu kredit, anda perlu memahami tentang hal – hal beriku:
1.       Penerbitan Kartu Kredit
2.       Penggunaan Kartu Kredit
3.       Pembayaran Kartu Kredit oleh Pemegang Kartu
4.       Pembayaran Tagihan oleh penerbit kartu ke pengecer (merchant)
















Piutang Wesel dari Penjualan Kredit
Misalkan pada tanggal 1 Juni 2012, PT Melati menjual barang kepada CV Indragiri seharga Rp 1.000.000.Untuk itu PT Melati menghendaki agar piutangnya dikuatkan dengan surat wesel yang di setujui oleh CV Indragiri dengan nilai nominal wesel Rp 1.000.000, bunga 12%, dengan jangka waktu 3 bulan. Jurnal yang dibuat oleh PT Melati untuk mengikuti timbulnya piutang wesel dan penjualan adlah sebagai berikut:
Juni. 1
Piutang Wesel
        Penjualan
(Untuk mencatat pengakuan piutang wesel kepada CV Indragiri)
Rp1.000.000

Rp1.000.000


Nilai jatuh wesel adalah Rp1.037.500. Apabila PT Sumbing pada tanggal 1 November menyelesaikan kewajibannya, maka jurnal yang akan dibuat dalam pembukuan PT Galunggung adalah sebagai berikut:


Nov. 1
Kas
        Piutang Wesel
        Pendapatan Bunga
(Untuk mencatat penerimaan pelunasan wesel dari PT Sumbing)

Rp1.037.500

Rp10.000.000
            37.500


Seandainya PT Galunggung menyusun neraca setiap tanggal 30 September, maka pada tanggal tersebut PT Galunggung harus membuat penyesuaian untuk mengakui bunga (4 bulan) yang telah menjadi haknya sampai dengan tanggal tersebut.
Sept. 30
Piutang Bunga
        Pendapatan Bunga
(Untuk mencatat bunga wesel, 4 bulan, yang masih akan diterima dari PT Sumbing)
Rp30.000

Rp30.000

Apabila pada tanggal 1 November, PT Sumbing melalakukan penyelesaian wesel, maka jurnal yang di buat PT Galunggung adalah sebagai berikut:
Nov. 1
Kas
     Piutang Wesel
     Piutang Bunga
     Pendapatan Bunga
(Untuk mencatat penerimaan pelunasan wesel dari PT Sumbing)

Rp1.037.500

Rp10.000.000
            30.000
              7.500

Piutang Wesel Tak  dapat Tertagih
Wesel yang tak dapat ditagih tidak dapat dialihkan dan oleh karenanya harus di ubah menjadi piutang usaha.
Contoh : Pada tanggal 1 November PT Sumbing tidak dapat menyelesaikan kewajibannya. Dalam hal seperti ini, pada tanggal 1 November dalam pembukuan PT Galunggung harus dibuat jurnal sebagai berikut (piutang bunga belum dicatat):
Nov. 1
Piutang usaha
Piutang wesel
Pendapatan bunga
(Untuk mencatat piutang wesel pada PT Sumbing yang tidak dapat ditagih)
Rp1.03.500

Rp10.000.000
            37.500
Piutang wesel harus di hapus dengan jurnal sebagai berikut:
Nov. 1
Cadangan kerugian piutang
Piutang wesel
(Untuk mencatat penghapusan piutang wesel pada PT Sumbing)
Rp1.000.000

Rp10.000.000


Penagihan Piutang Wesel
Surat wesel adalah surat berharga yang bisa dipindahtangankan, artinya wesel bisa di alihkan dari suatu perusahaan atau seseorang kepada perusahaan atau orang lain, dengan demikian bisa dijual untuk menetapkan kas. Penjualan piutang wesel sebelum tanggal jatuhnya tersebut pendiskontoan piutang wesel karena pemegang wesel akan menerima pembayaran yang jumlahnya lebih kecil dari pada nilai jatuh wesel yang bersangkutan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS