AKUNTASI UNTUK
PIUTANG
Jenis – Jenis Piutang
Piutang merupakan hak untuk menerima sejumlah uang di waktu yang akan
dating yang timbul dari transaksi pada saat ini. Setiap transaksi piutang
selalu melibatkan dua pihak, yaitu:
·
Kreditur, yaitu pihak yang mendapat piutang/
tagihan ( sebuah asset)
·
Debitur, yaitu pihak yang berkewajiban membayar
utang (sebuah kewajiban)
Penggolongan piutang :
1.
Piutang Usaha adlah tagihan perusahaan kepda
konsumeb yang melalkukan transaksi secara kredit. Menerima kas dari transaksi
dalam waktu 30 – 69 hari.
2.
Piutang Wesel adlah tagihan perusahaan yang
didukung dengan instrument formal sebagai bukti tagihan yang disebut surat
wesel.
3.
Piutang Lain – Lain yaitu mencakup semua tagihan
yang bukan piutang usaha.
Piutang Usaha:
1.
Pengakuan Piutang Usaha
2.
Penilian Piutang Usaha
3.
Penyelesaian Piutang Usaha
Pengakuan Piutang Usaha
Soal
Pada tanggal 1 April 2014, PT merdeka menjual barang secara kredit
kepada CV Mulia seharga Rp. 1.000.000 dengan syarat 2/10,n/30. Pada tanggal 5
April 2014, CV Mulia mengembalikan barang yang dibelinya seharga Rp. 100.000
kepada PT merdeka, karena cacat. Pada tanggal 11 April 2014, PT Merdeka
menerima pelunasan dari CV Mulia sebesar saldo tagihannya. Jurnal untuk
mencatat transaksi – transaksi di atas dalam pembukuan PT merdeka adalah
sebagai berikut :
1 Apr
|
Piutang Usaha
Penjualan
(Untuk mencatat penjualan kredit)
|
Rp 1.000.000
|
Rp 1.000.000
|
2 Apr
|
Retur & Potongan Penjualan
Piutang Usaha
(Usaha mencatat retur penjualan)
|
Rp 100.000
|
Rp 100.000
|
11 Apr
|
Kas
Potongan Penjualan
Piutang Usaha
(Untuk mencatat penerimaan piutang)
|
|
Rp 900.000
|
Setelah
jurnal di atas dibukukan ke dalam buku besar, maka akun Piutang Usaha di buku
besar akan Nampak sebagai berikut :
Piutang Usaha
1 Apr
|
Rp
1.000.000
|
5 Apr Rp
100.00
11 Apr Rp
900.00
|
Metode Pengapusan Langsung
Contoh soal :
Misalkan CV Serayu mempunyai piutang kepada CV Cimanuk sebesar Rp
2.000.000. Pada tanggal 12 Desember , manajer kredit CV Serayu memutuskan untuk
menghapus piutang kepada CV Cimanuk karena sudah tidak mungkin di tagih.
Apabila CV Serayu menggunakan metode penghapusan langsung, maka pada tanggal
tersebut dibuat jurnal sebagai berikut :
12 Des
|
Kerugian Piutang
Piutang Usaha
(Untuk mencatat penghapusan piutang pada CV
Cimanuk)
|
Rp 2.000.000
|
RP 2.000.000
|
Pencatatan Taksiran Kerugian Piutang
Pada
tahunn 2014, PT Harapan kita melakukan penjualan secara kredit sebesar Rp
120.000. Dari jumlah tersebut piutang sebesar Rp 20.000 b3lum dapat ditagih
sampai dengan tanggal 31 Desember. Manajer kredit memperkirakan bahwa dari
piutang yang belum tertagih tersebut, sebesar RP 1.200.000 diantarnya tidak
mungkin dapat diterima. Jurnal penyesuaian yang harus dibuat untuk mencatat
taksiran kerugian piutang adalah :
31 Des
|
Kerugian Piutang
Cadangan Kerugian Piutang
(Untuk mencatat taksiran kerugian piutang)
|
Rp 1.200.000
|
Rp1.200.00
|
Akun
ini pada akhir tahun tidsk ditutup, melainkan dicantumkan dalam neraca pada
kelompok asset lancer sebagai pengurang terhadap akun Piutang usaha, sebagai
berikut:
PT
HARAPAN KITA
Neraca
(sebagian)
|
Aset Lancar:
Kas
Rp 1.480.000
Persedian Barang Dagangan
31.000.000
Piutang Usaha
Rp20.000.000
Kurangi: Cadangan Kerugian Piutang 1.200.000
18.800.000
Asuransi Dibyar di Muka
2.500.000
Rp53.780.000
|
Pencatatan Pengapusan Piutang Tak Tertagih
Pada
tanggal 1 Maret 2012, Direktur keuangan PT Harapan Kita mengotorisasi
penghapusan piutang kepada CV Mandiri sebesar Rp 50.000. Jurnal untuk mencatat
penghapusan piutang tersebut adalah sebagai berikut:
Maret.1
|
Cadangan
kerugian Piutang
Piutang Usaha
(Untuk mencatat penghapusan piutang kepada CV mandiri)
|
Rp50.000
|
Rp50.000
|
Setelah
jurnal di atas dibukukan ke dalam buku besar, maka akun – akun yang
bersangkutan akan Nampak sebagai berikut:
Piutang
Usaha
|
|
Jan. 1
Saldo Rp20.000.000
|
Mar. 1
Rp 50.000
|
Mar. 1
Saldo
Rp19.950.000
|
|
Cadangan Kerugian Piutang
|
|
Mar.
1
Rp 50.000
|
Jan. 1 Saldo Rp1.200.000
|
Mar. 1 Saldo Rp1.150.000
|
|
Penghapusan
suatu piutang akan menguerangi akun piutang usaha aupun akun Cadangan Kerugian Piutang, tetapi
nilai tunai yang bisa direalisasi dari piutang tetap tidak berubah, seperti
Nampak dibawah ini:
Sebelum Penghapusan
Sesudah Penghapusan
Piutang usa………………………………. Rp20.000.000
Rp19.950.000
Cadangan Kerugian Piutang……… 1.200.000
1.150.000
Nilai Bersih Bisa Direalisasi……… Rp18.800.000
Rp18.800.000
|
Penerimaan
Kembali Piutang yang Telah Dihapus
Apabila
terjadi penerimaan kembali suatu piutang yang telah dihapus, maka perusahaan
harus membuat dua ayat jurnal, yaitu:
(1)
Ayat jurnal untuk mencatat balik piutang yang
telah dihapus sehingga mencatat kembali dalam pembukuan sebagai piutang.
(2)
Jurnal untuk mencatat penerimaan kas dari
piutang yang telah dihapus.
Apabila CV Mandiri melakukan pembayaran
kewajiban kepada PT Harapan Kita pada tanggal 1 Juni (Akun piutang kepada CV
mandiri telah dihapus dalam pembukuan PT Harapan Kita), maka jurnal yang harus
dibuat oleh PT Harapan Kita adalah sebagai berikut:
Juli.
1
|
Piutang
usaha
Cadangan kerugian piutang
(Untuk
mencatat penghapusan piutang kepada CV Mandiri)
|
Rp50.000
|
Rp50.000
|
Juli.
1
|
Kas
Piutang Usaha
(Untuk
mencatat penerimaan piutang – CV Mandiri)
|
Rp50.000
|
Rp50.000
|
Dasar
yang Digunakan dalam Metode Cadangan
Untuk menaksir jumlah piutang
yang tidak dapat di tagih, manajemen dapat menggunakan dua dasar, yaitu (1)
Persentase dari penjualan, (2) Persentase dari piutang. Kedua tersebut lazim
digunakan dalam akuntansi.
Persentasi
Penjualan
|
Persentase
Piutang
|
Penandingan
Penjualan Kerugian Piutang
|
Nilai
kas Bisa
Direalisasi
Piutang Usaha Cadangan
Kerugian Piutang
|
Menekankan pada hubungan Menekankan
pada hubungan
dalam laporan
Laba – rugi dalam neraca
Presentase dari Penjualan
Sebagai contoh: PT Muria memilih
dasar persentase dari penjualan dan memperkirakan bahwa piutang sebesar 1% dari
penjualan kredit bersih tidak akan tertagih. Apabila jumlah penjulan kredit
bersih selama tshun 2012 adalah Rp800.000 (1% dari Rp80.000.000), dan jurnal
untuk mencatat kerugian piutang adalah sebagai berikut:
Des.
31
|
Kerugian
Piutang
Cadangan Kerugian Piutang
(Untuk
mencatat taksiran kerugian piutang tahun ini)
|
Rp800.000
|
Rp800.000
|
Setelah jurnal penyesuaian di atas
dibukukan kebuku besar (dengan asumsi sebelum disesuaikan akun cadangan
kerugian piutang bersaldo kredit Rp150.000), maka akun kerugian piutang dan
akun cadangan kerugian piutang di buku sebesar akan Nampak sebagai berikut:
Kerugian Piutang
|
|
Des 31 Penyesuaian Rp800.000
|
|
Cadangan
Kerugian Piutang
|
|
Des . 31
Saldo
Rp150.000
31 Penyesuaian 800.000
|
|
Des. 31
Saldo
Rp950.000
|
|
Soal dan Penyelesaiannya
PT Cakrawala beroprasi
selama lima tahun. Pada akhir tahun 2011, beberapa akun di buku besar
perusahaan tersebut menunjukkan sebagai berikut:
Piutang
Usaha……………………………………………………………………………Rp 30.000.000 (Debet)
Penjualan………………………………………………………………………………………180.000.000(Kredit)
Cadangan Kerugian
Piutang……………………………………………………………….2.000.000(Debet)
Kerugian piutang di
taksir 10% dari piutang usaha.
Diminta:
Buatlaj jurnal
penyesuaian un tuk mencatat kerugian piutang dan menyesuaikan cadangan kerugian
piutang.
Penyelesaian:
Jurnal Penyesuaian yang
harus dibuat agar cadangan kerugian piutang menjadi 10% dari saldo piutang
usaha (10% x Rp30.000.000 = Rp3.000.000) adalah sebagai berikut:
Des.
31
|
Kerugian Piutang
Cadangan Kerugian
Piutang
(Penyesuaian cadangan kerugian piutang)
|
Rp5.000.000
|
Rp5.000.000
|
10% x Rp30.000.000 =
Rp3.000.000 + Rp2.000.000 = Rp5.000.000
Penjualan dengan Kartu Kredit
Ada
tiga pihak yang terlibat apabila digunakan kartu kredit dalam transaksi
penjualan secara eceran, yaitu: (1) Penerbit kartu kredit, (2) Penjual/
pengecer (merchant), dan (3) Pembeli/konsumen. Untuk memahami transaksi
penjualn dengan kartu kredit, anda perlu memahami tentang hal – hal beriku:
1.
Penerbitan Kartu Kredit
2.
Penggunaan Kartu Kredit
3.
Pembayaran Kartu Kredit oleh Pemegang Kartu
4.
Pembayaran Tagihan oleh penerbit kartu ke
pengecer (merchant)
Piutang Wesel dari Penjualan Kredit
Misalkan
pada tanggal 1 Juni 2012, PT Melati menjual barang kepada CV Indragiri seharga
Rp 1.000.000.Untuk itu PT Melati menghendaki agar piutangnya dikuatkan dengan
surat wesel yang di setujui oleh CV Indragiri dengan nilai nominal wesel Rp
1.000.000, bunga 12%, dengan jangka waktu 3 bulan. Jurnal yang dibuat oleh PT
Melati untuk mengikuti timbulnya piutang wesel dan penjualan adlah sebagai
berikut:
Juni. 1
|
Piutang Wesel
Penjualan
(Untuk mencatat pengakuan piutang wesel kepada CV
Indragiri)
|
Rp1.000.000
|
Rp1.000.000
|
Nilai
jatuh wesel adalah Rp1.037.500. Apabila PT Sumbing pada tanggal 1 November
menyelesaikan kewajibannya, maka jurnal yang akan dibuat dalam pembukuan PT
Galunggung adalah sebagai berikut:
Nov. 1
|
Kas
Piutang Wesel
Pendapatan Bunga
(Untuk mencatat penerimaan pelunasan wesel dari PT Sumbing)
|
Rp1.037.500
|
Rp10.000.000
37.500
|
Seandainya
PT Galunggung menyusun neraca setiap tanggal 30 September, maka pada tanggal
tersebut PT Galunggung harus membuat penyesuaian untuk mengakui bunga (4 bulan)
yang telah menjadi haknya sampai dengan tanggal tersebut.
Sept. 30
|
Piutang Bunga
Pendapatan Bunga
(Untuk
mencatat bunga wesel, 4 bulan, yang masih akan diterima dari PT Sumbing)
|
Rp30.000
|
Rp30.000
|
Apabila
pada tanggal 1 November, PT Sumbing melalakukan penyelesaian wesel, maka jurnal
yang di buat PT Galunggung adalah sebagai berikut:
Nov. 1
|
Kas
Piutang Wesel
Piutang Bunga
Pendapatan Bunga
(Untuk mencatat penerimaan pelunasan wesel dari PT Sumbing)
|
Rp1.037.500
|
Rp10.000.000
30.000
7.500
|
Piutang
Wesel Tak dapat Tertagih
Wesel
yang tak dapat ditagih tidak dapat dialihkan dan oleh karenanya harus di ubah
menjadi piutang usaha.
Contoh
: Pada tanggal 1 November PT Sumbing tidak dapat menyelesaikan kewajibannya.
Dalam hal seperti ini, pada tanggal 1 November dalam pembukuan PT Galunggung
harus dibuat jurnal sebagai berikut (piutang bunga belum dicatat):
Nov. 1
|
Piutang usaha
Piutang wesel
Pendapatan bunga
(Untuk mencatat piutang wesel pada PT Sumbing
yang tidak dapat ditagih)
|
Rp1.03.500
|
Rp10.000.000
37.500
|
Piutang
wesel harus di hapus dengan jurnal sebagai berikut:
Nov. 1
|
Cadangan kerugian piutang
Piutang wesel
(Untuk mencatat penghapusan piutang wesel pada PT Sumbing)
|
Rp1.000.000
|
Rp10.000.000
|
Penagihan
Piutang Wesel
Surat
wesel adalah surat berharga yang bisa dipindahtangankan, artinya wesel bisa di
alihkan dari suatu perusahaan atau seseorang kepada perusahaan atau orang lain,
dengan demikian bisa dijual untuk menetapkan kas. Penjualan piutang wesel
sebelum tanggal jatuhnya tersebut pendiskontoan
piutang wesel karena pemegang wesel akan menerima pembayaran yang jumlahnya
lebih kecil dari pada nilai jatuh wesel yang bersangkutan.






0 komentar:
Posting Komentar